Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Perlombaan Menembak Kategori Pistol Eksekutif 20 Meter, Semi Reaksi Plat, serta Lomba Sumpit dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang digagas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah ini berlangsung meriah di Lapangan Tembak Multifungsi Wira Pratama, Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, Jumat 19 Juni 2026.
Ajang ini menjadi salah satu rangkaian awal peringatan HUT Bhayangkara yang jatuh setiap 1 Juli. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Polda Kalteng sengaja memadukan lomba menembak modern dengan lomba sumpit tradisional Dayak sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Linae Victoria Aden hadir langsung membuka dan menyaksikan jalannya lomba. Dalam sambutannya, Linae menegaskan bahwa Pemprov Kalteng menyambut baik kegiatan tersebut.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ini bukan sekadar ajang kompetisi menembak, tetapi menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Linae di hadapan peserta dan tamu undangan.
Menurut Linae, nilai yang ditanamkan lewat lomba menembak sangat relevan dengan tugas ASN dan aparat di lapangan. “Lomba menembak mencerminkan disiplin, fokus, dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Tiga karakter ini adalah modal penting bagi setiap abdi negara dan pelayan publik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Hal yang membuat peringatan Bhayangkara tahun ini berbeda adalah dimasukkannya Lomba Sumpit. Alat berburu tradisional khas suku Dayak itu dilombakan sejajar dengan pistol modern.
“Lomba sumpit ini bagian dari upaya kita bersama melestarikan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas, termasuk peserta dari luar daerah. Budaya adalah identitas kita. Kalau tidak kita jaga, siapa lagi?” tutur Linae.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai kombinasi lomba modern dan tradisional membuat suasana lebih cair, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa lomba ini hanyalah pembuka dari rangkaian panjang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
“Puncak peringatannya nanti akan kita laksanakan pada Upacara Hari Bhayangkara tanggal 1 Juli 2026, dilanjutkan dengan kegiatan syukuran. Tahun ini kita mengusung tema ‘Polri untuk Masyarakat’,” ungkap Kapolda.
Tema tersebut, lanjut Iwan, akan diwujudkan nyata melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Mulai dari bakti kesehatan gratis, pembagian bantuan sosial untuk warga kurang mampu, bedah rumah, hingga pelayanan SIM, SKCK, dan layanan kepolisian keliling di seluruh 13 kabupaten dan 1 kota se-Kalimantan Tengah.
“Harapan kami, melalui rangkaian kegiatan ini hubungan emosional antara Polri dan masyarakat semakin erat. Sinergi dengan pemerintah daerah juga semakin kuat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan mendorong percepatan pembangunan di Kalteng,” pungkas jenderal bintang dua itu.
Kemeriahan lomba semakin lengkap dengan kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Tampak hadir Kepala Badan Intelijen Daerah Kalteng Marsma TNI Muhammad Nur, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalteng Primandanu Febriyan Aziz, para kepala OPD, dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini.
Kehadiran Forkopimda ini menjadi simbol nyata bahwa menjaga keamanan dan membangun daerah adalah kerja bersama, bukan hanya tugas Polri atau pemerintah saja.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kalimantan Tengah diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai.( red )
