Muara Teweh, pilarkalimantan.com – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian. Sejumlah kelompok tani dilaporkan telah memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya masih menunggu waktu panen.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, H. Adi Haryadi, mengatakan kondisi tanaman pertanian untuk sementara masih tergolong aman. Namun, keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau membuat pertumbuhan tanaman kurang optimal sehingga berpotensi memengaruhi hasil produksi.
“Untuk sementara pertumbuhan tanaman masih aman, cuma kurang air sehingga hasilnya kurang maksimal,” ujar H. Adi Haryadi saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kondisi kekurangan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani saat musim kemarau. Meski demikian, pihaknya terus memantau perkembangan tanaman pertanian dan kondisi kelompok tani di sejumlah wilayah.
H. Adi Haryadi juga berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air bagi tanaman dapat kembali terpenuhi dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu akibat kekeringan.
“Kita berdoa semoga segera turun hujan, agar tanaman dan pertumbuhannya tidak mengalami kekeringan,” harapnya.
Ia menambahkan, turunnya hujan sangat diharapkan oleh para petani untuk menjaga kondisi lahan serta mendukung pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, Dinas Pertanian mengimbau para petani tetap memperhatikan kebutuhan air tanaman dan melakukan perawatan secara optimal agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.(Candra).
