Muara Teweh’ pilarkalimantan.com – Memasuki puncak musim kemarau, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara memperkuat langkah kesiapsiagaan dan deteksi dini guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Barito Utara Rayadi, S. M., menyampaikan bahwa musim kemarau tidak hanya berdampak pada lingkungan, namun juga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial seperti krisis air bersih dan konflik lahan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor.
“Kami dari Kesbangpol terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI-Polri, Kecamatan, serta seluruh Ormas dan OKP untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah. Musim kemarau ini perlu kewaspadaan bersama agar tidak terjadi karhutla yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Rayadi Sabtu (17/10/2026).
Ia menambahkan, Kesbangpol juga mengintensifkan pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan sosial di desa-desa yang rawan kekeringan. Melalui forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM), pihaknya mengajak warga untuk mengedepankan gotong royong dan tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait kelangkaan air.
Selain upaya pencegahan, Kesbangpol juga mendorong peran aktif organisasi kemasyarakatan untuk ikut serta dalam kegiatan sosial seperti penyaluran bantuan air bersih dan sosialisasi larangan pembakaran lahan.
“Kami berharap dengan sinergi semua pihak, agar Barito Utara tetap aman, damai, dan kondusif meskipun di tengah musim kemarau. Stabilitas daerah adalah kunci utama pembangunan,” pungkasnya. ( Candra).
