Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, menekankan pentingnya mengutamakan figur yang berasal dari daerah dan memahami secara utuh karakter, kebutuhan, serta tantangan pembangunan Kalteng untuk mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng.(19/01/26)
Saat ini, jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kalteng masih diemban Leonard S. Ampung yang juga menjabat sebagai Kepala Bappedalitbang Kalteng. Dalam waktu dekat, Leonard akan memasuki masa purna tugas, sehingga penetapan Sekda definitif menjadi agenda penting untuk menjaga kesinambungan pemerintahan dan pelayanan publik.
Sudarsono menyampaikan kekhawatirannya apabila Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk pejabat dari luar daerah atau pusat untuk mengisi posisi strategis tersebut. Menurutnya, Sekda merupakan motor penggerak birokrasi daerah yang harus memahami secara detail kultur kerja, kondisi geografis, hingga karakter masyarakat Kalteng.
“Saya tidak setuju kalau Sekda diisi oleh orang dari luar. Jabatan ini sangat strategis, sehingga harus betul-betul menguasai dan memahami kondisi daerah,” ujar Sudarsono.
Ia menilai, adaptasi yang terlalu lama dari pejabat luar daerah berpotensi menghambat efektivitas kebijakan dan pelayanan publik. Walaupun keputusan akhir berada di tangan pemerintah pusat, ia berharap pertimbangan kearifan lokal tetap menjadi faktor utama dalam penetapan pejabat Sekda.
“Kalau orang dari luar tidak se-familiar dengan kondisi kita, tentu ada risiko muncul persoalan. Kita ingin kualitas, tapi juga harus realistis melihat kebutuhan daerah,” katanya.
Lebih jauh, Sudarsono juga menyinggung masih banyaknya jabatan strategis di lingkungan Pemprov Kalteng yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi salah satu alasan munculnya wacana intervensi pusat sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja daerah.(red)
