foto : ilustrasi
Muara Teweh, pilarkalimantan.com – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Utara ke-76, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram.
Di sejumlah warung, stok gas melon bahkan dilaporkan kosong hingga satu minggu, sehingga menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, S.H., menyampaikan keprihatinannya dan meminta dinas terkait segera mengambil langkah nyata agar kelangkaan tidak terus terjadi.
Menurutnya, pangkalan maupun agen yang memiliki hak penyaluran LPG bersubsidi harus memiliki kesadaran bahwa gas tersebut merupakan hak masyarakat yang berhak menerima.
Ia mengingatkan agar penyaluran tidak disalahgunakan demi keuntungan pribadi.
“Kalau memang itu hak masyarakat, berikan kepada masyarakat. Jangan untuk memperkaya diri sendiri,” tegasnya. Pada Jum, at (19-06-2026).
Ia juga meminta Dinas Perdagangan dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi LPG, mulai dari tingkat agen, pangkalan hingga penyaluran ke warung-warung kecil.
Pengawasan tersebut dinilai penting agar distribusi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Menurutnya, subsidi LPG berasal dari anggaran negara yang bersumber dari pajak masyarakat, sehingga pendistribusiannya harus berlandaskan asas keadilan dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Ia juga berharap persoalan kelangkaan LPG, dapat segera diatasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun memicu isu-isu yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
“Kita harus sama-sama mencari solusi supaya masyarakat merasa tenang, tidak ada kegaduhan, dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tetap terjaga,” ujarnya.
Menanggapi keluhan masyarakat bahwa selain langka harga LPG juga semakin mahal, Gun Sriwitanto menegaskan pemerintah harus tetap menindak tegas apabila ditemukan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia mengungkapkan, DPRD Barito Utara sebelumnya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas terkait untuk membahas persoalan tersebut.
Dalam forum itu disepakati bahwa apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan harga maupun distribusi, maka harus dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, diharapkan pasokan LPG 3 kilogram kembali normal sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Jadi Kabupaten Barito Utara ke-76 tanpa dibayangi kesulitan memperoleh kebutuhan pokok tersebut.(candra).
