Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Agustan Saining, meluruskan informasi mengenai pembayaran honor petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, petugas posko dan pemadam darat yang menjalankan tugas tetap menerima honor sebesar Rp150 ribu per orang tanpa potongan.
Agustan mengatakan, informasi yang menyebut petugas posko maupun pemadam darat tidak menerima honor perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Perlu kami luruskan, tidak benar kalau dikatakan petugas posko maupun petugas pemadaman darat tidak dibayarkan honornya. Honor tetap diberikan kepada petugas yang memang melaksanakan tugas sesuai penugasan,” ujar Agustan.
Ia juga menjelaskan, besaran honor yang diberikan berbeda dari informasi yang beredar sebelumnya yang menyebut Rp100 ribu per orang.
“Besaran honor yang kami berikan adalah Rp150 ribu, bukan Rp100 ribu. Dan yang perlu kami tegaskan, honor tersebut tidak pernah dipotong sepeser pun,” tegasnya.
Agustan menyebut pembayaran honor menjadi bagian dari penghargaan terhadap petugas dan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
“Kami sangat menghargai perjuangan teman-teman relawan dan petugas di lapangan. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah, menghadapi panas, asap dan risiko kebakaran,” katanya.
Agustan meminta masyarakat maupun relawan mengonfirmasi informasi mengenai pembayaran honor kepada pihak terkait sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan persepsi keliru.
Dinas Kehutanan Kalteng terus berkoordinasi dengan berbagai unsur dalam penanganan karhutla, termasuk personel pemadam darat dan relawan. Personel tersebut terlibat dalam sejumlah tahapan, mulai dari pemadaman, pembatasan penjalaran api hingga proses pendinginan di lokasi kejadian.
Dinas Kehutanan Kalteng juga secara rutin melaporkan kegiatan penanganan melalui Posko Pengendalian Karhutla. Dalam laporan tersebut, personel pemadam darat tercatat menjalankan tugas di sejumlah lokasi yang mengalami karhutla.
Agustan berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang utuh sekaligus menjaga kepercayaan dan semangat petugas serta relawan.
“Yang paling penting sekarang adalah kita tetap bersama-sama menangani karhutla. Pemerintah menghargai kerja keras seluruh petugas dan relawan,” ujarnya.
“Kalau ada informasi yang perlu diluruskan, mari kita komunikasikan dengan baik agar tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkas Agustan.( red )
