Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membangun jalur khusus bagi pelari dan pesepeda di Kota Palangka Raya. Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk menciptakan ruang olahraga yang aman dan nyaman bagi masyarakat perkotaan, Rabu (13/5/26).
Pernyataan dukungan ini disampaikan Okki menanggapi wacana Pemprov Kalteng yang tengah mengkaji pembangunan lintasan khusus non-motor di sejumlah titik strategis Palangka Raya, seperti Jalan Yos Sudarso, Bundaran Besar, dan kawasan Tugu Soekarno.
Okki menilai keberadaan jalur khusus akan membantu mengurangi risiko pengguna jalan yang selama ini harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor saat berolahraga di kawasan perkotaan. Kecelakaan antara pesepeda, pelari, dan kendaraan bermotor kerap terjadi karena minimnya fasilitas.
“Fasilitas seperti ini memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Kesadaran warga untuk hidup sehat semakin meningkat, sehingga pemerintah perlu menghadirkan sarana pendukung yang memadai,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya jalur khusus, warga tidak perlu lagi khawatir saat jogging pagi atau bersepeda sore. Anak-anak dan lansia juga bisa lebih leluasa beraktivitas fisik tanpa terganggu lalu lintas.
Lebih dari sekadar keselamatan, Okki menyebut jalur khusus tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga dapat memperindah wajah kota serta menjadi ruang publik yang positif bagi masyarakat untuk beraktivitas.
“Kalau desainnya bagus, ditata dengan lampu, pohon, dan tempat duduk, jalur ini bisa jadi ikon baru Palangka Raya. Sekaligus mendorong wisata olahraga dan ekonomi kreatif di sekitarnya,” kata legislator asal Fraksi Golkar itu.
Ia mencontohkan kota-kota besar seperti Jakarta dengan CFD Sudirman-Thamrin atau Surabaya dengan jalur sepeda yang mampu mengubah perilaku warga menjadi lebih aktif dan sehat.
Okki berharap pembangunan fasilitas tersebut nantinya dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat bersama agar tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
“Kalau dijaga bersama, tentu manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama. Ini bisa menjadi ruang olahraga sekaligus ruang interaksi warga. Jangan sampai baru bagus setahun, setelah itu rusak karena vandalisme atau sampah,” katanya.
Ia mendorong Pemprov bekerja sama dengan Pemko Palangka Raya, komunitas pesepeda, komunitas lari, dan Karang Taruna untuk membentuk relawan “Sahabat Jalur Sehat” yang bertugas mengawasi kebersihan dan kerusakan fasilitas.
Rencana pembangunan jalur khusus pelari dan pesepeda tersebut dinilai sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih ramah bagi masyarakat serta mendukung gaya hidup sehat di Kota Palangka Raya. Program ini juga selaras dengan target Kalteng untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong transportasi aktif.
Okki optimis, jika terealisasi, Palangka Raya bisa menjadi contoh kota menengah di Kalimantan yang berhasil menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kualitas hidup warganya.
DPRD Kalteng, kata Okki, siap mengawal anggaran dan regulasi pendukung agar proyek ini tidak berhenti di wacana. Pembahasan akan dimasukkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 mendatang.( red )
