Oplus_131072
Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menggelar agenda rutin tahunan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan elemen masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Palangka Raya, Jumat (27/02/26) malam itu, tampil berbeda dengan konsep yang lebih segar dan inspiratif.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan seremonial tahunan. Tahun ini, Pemkot sengaja menghadirkan pemateri dari kalangan mantan Putri Indonesia Angelina Sondakh yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan perjalanan hidup dinamis untuk berbagi pengalaman kepada para undangan.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi refleksi bagi kita semua. Melalui cerita kehidupan pemateri, diharapkan masyarakat dapat memperoleh motivasi dan pandangan positif dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Fairid.
Selain menghadirkan sesi berbagi inspirasi, Fairid juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memaparkan perkembangan pembangunan di Palangka Raya. Ia menegaskan bahwa sejak awal masa pemerintahannya, berbagai program strategis telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan sejumlah poin penting terkait keberlanjutan pembangunan kota. Pertama, terkait kepercayaan publik. Ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap arah pembangunan karena seluruh kebijakan yang diambil dilandasi niat tulus untuk kemajuan bersama.
Kedua, mengenai pemeliharaan aset. Menurutnya, pembangunan yang telah terwujud harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh warga.
Ketiga, soal mitigasi dampak. Fairid mengakui bahwa setiap perkembangan kota pasti diikuti dinamika serta persoalan sosial baru. Karena itu, diperlukan kesiapan semua pihak untuk mengantisipasi dan menyelesaikannya secara bijak.
Wali Kota pun mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir untuk tetap solid menjaga keharmonisan. Ia menegaskan bahwa stabilitas sosial menjadi kunci utama agar proses pembangunan dapat berjalan beriringan dan berkelanjutan.
“Dari setiap dinamika yang muncul, dengan kebersamaan dan menjaga harmoni, semua persoalan sosial dapat kita hadapi bersama,” pungkasnya.( red)
