Kuala Kapuas, pilarkalimantan.com – Komitmen terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan PT Asmin Bara Bronang (ABB). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR, perusahaan tambang batu bara itu menggelar “Kelas Ibu Hamil” bagi warga Dusun TB Mamput dan Dukuh Penderawah, Kabupaten Kapuas, Rabu 4 Juni 2026.
Kegiatan ini menyasar periode krusial “1.000 Hari Pertama Kehidupan” – mulai dari kehamilan hingga anak usia 2 tahun. Masa ini disebut para ahli sebagai “golden period” karena menentukan kualitas tumbuh kembang fisik, kecerdasan, hingga daya tahan anak di masa depan.
Tidak seperti seminar biasa, Kelas Ibu Hamil yang digagas PT ABB dirancang holistik. Peserta – ibu hamil dari dua dusun – diajak memahami kehamilan sehat, teknik relaksasi menjelang persalinan, hingga praktik langsung pengolahan MPASI.
Kerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas setempat membuat kegiatan makin terarah. Sebelum masuk sesi, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan ibu dan janin. Tekanan darah, berat badan, tinggi fundus, hingga detak jantung janin dicek satu per satu.
“Langkah screening ini penting. Dengan deteksi dini, risiko seperti anemia, preeklamsia, atau pertumbuhan janin terhambat bisa segera ditangani. Kami ingin ibu-ibu di wilayah operasional perusahaan lahir dan batin sehat,” ujar perwakilan tim kesehatan yang mendampingi.
Suasana kelas makin cair saat sesi senam ibu hamil dimulai. Dipandu bidan, para peserta melakukan gerakan ringan untuk melatih pernapasan, memperkuat otot panggul, dan mengurangi keluhan pegal-pegal.
“Senam ini bikin badan lebih enteng. Apalagi kita diajari cara napas yang benar pas kontraksi nanti. Jadi nggak panik,” kata salah satu peserta, Ibu Sari dari Dusun TB Mamput, sambil tersenyum.
Sesi paling ditunggu adalah praktik pembuatan MPASI. Para ibu diajarkan memilih bahan pangan lokal yang murah tapi bergizi: ikan gabus, daun kelor, labu kuning, tempe, hingga hati ayam. Tim gizi menjelaskan porsi, tekstur, dan kombinasi menu sesuai usia bayi 6-12 bulan.
“Ilmunya langsung bisa dipraktikkan di rumah. Ternyata bikin MPASI bergizi itu nggak harus mahal. Pakai bahan sekitar kita saja sudah cukup,” ungkap Ibu Rini dari Dukuh Penderawah.
Manager CSR PT Asmin Bara Bronang menegaskan, program ini bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan di bidang kesehatan.
“Kami percaya investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Ibu yang sehat dan paham gizi akan melahirkan anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Anak-anak sehat hari ini adalah fondasi Kalteng yang maju dan bermartabat 20 tahun ke depan,” jelasnya.
PT ABB juga menyiapkan modul sederhana dan leaflet bergambar agar materi mudah dipahami ibu-ibu, bahkan yang pendidikannya terbatas. Ke depan, perusahaan berencana membuat “Posyandu Binaan” dan pelatihan kader kesehatan desa agar edukasi terus berjalan meski program CSR selesai.
Pemerintah desa setempat mengapresiasi inisiatif ini. “Kehadiran PT ABB sangat membantu. Ibu-ibu jadi lebih paham cara jaga kehamilan dan kasih makan anak. Ini sejalan dengan program pemerintah menurunkan angka stunting,” kata Kepala Desa Penderawah.( red )
