MUARA TEWEH, pilarkalimantan.com — Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus meningkatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembagian masker kepada masyarakat sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap, khususnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan oleh Kecamatan Teweh Tengah pada Selasa (20/10/2026), sebagai tindak lanjut arahan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T., agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama jajaran kecamatan dan desa turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Teweh Tengah, Dudy Bagus Prasetyo, menyampaikan bahwa meskipun kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Utara menunjukkan tren penurunan, kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap perlu dilakukan, baik dalam penanganan kebakaran maupun perlindungan kesehatan masyarakat.
Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat evaluasi dan pemantauan perkembangan karhutla pada beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama Bupati dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyepakati perpanjangan status tanggap darurat karhutla selama tujuh hari.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan status tanggap darurat karhutla di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang saat itu belum dicabut, meskipun kondisi karhutla di wilayah Kabupaten Barito Utara menunjukkan tren penurunan.
Sebagai tindak lanjut, pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi titik panas (hotspot) tetap dilakukan di seluruh kecamatan. Langkah ini bertujuan agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani oleh petugas terkait.
Di sisi lain, perhatian terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat juga terus ditingkatkan. Pembagian masker menjadi salah satu langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap saat masyarakat beraktivitas, ”Ujarnya. Selasa (20-10-2026).
Ia juga mengimbau kepada seluruh kepala desa, khususnya di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan warga.
Ia berharap pemerintah desa dapat aktif menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat diperlukan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing, ”Katanya.
Melalui sinergi pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla serta perlindungan kesehatan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan bahwa meskipun tren karhutla menurun, kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian penting dalam setiap langkah penanganan bencana kabut asap. (Candra).
