Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya membangun sistem pelayanan stroke yang merata hingga ke seluruh kabupaten dan desa. Pengakuan internasional yang diterima RSUD dr. Doris Sylvanus melalui World Stroke Organization (WSO)/Angels Award Platinum Status dinilai bukan sekadar prestasi institusi, melainkan momentum untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan di Kalteng.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, saat mewakili Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo pada Audiensi Penyerahan Sertifikat serta Penguatan Pelayanan Stroke di Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula 1A dan 1B Gedung Diklat Lantai II RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Rabu (5/8/26).
“Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah,” tegas Sekda.
Sekda menegaskan, capaian tersebut sejalan dengan visi Pemprov Kalteng untuk mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat melalui Program Prioritas Huma Betang, khususnya Betang Sehat. Program ini menempatkan pelayanan kesehatan sebagai hak dasar masyarakat, mencakup berobat gratis berbasis KTP, insentif tenaga kesehatan desa, revitalisasi puskesmas, pendampingan ibu hamil, hingga program satu desa satu ambulans.
Namun di balik penghargaan itu, masih ada tantangan besar. Saat ini baru tiga rumah sakit di Kalteng yang siap menangani stroke akut dan semuanya berada di Kota Palangka Raya. Keterbatasan dokter spesialis saraf, fasilitas CT Scan yang belum optimal, serta jauhnya jarak antardaerah masih menjadi hambatan yang menyebabkan banyak pasien kehilangan golden period penanganan stroke.
“Stroke bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan. Ketika penanganan terlambat, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga produktivitas keluarga dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Sekda.
Karena itu, Pemprov Kalteng akan mengoordinasikan penguatan sistem pelayanan stroke melalui 5 langkah strategis:
1. Penyusunan Program Stroke Terpadu tingkat provinsi
2. Penguatan rumah sakit siaga stroke di kabupaten/kota
3. Integrasi layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans
4. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan
5. Pembentukan Daerah Siaga Stroke pertama di Kalteng melalui kolaborasi lintas sektor
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul, menjelaskan penghargaan WSO/Angels Award Platinum Status adalah pengakuan internasional terhadap kepatuhan rumah sakit dalam menjalankan standar pelayanan stroke. Mulai dari kecepatan mengenali gejala, diagnosis, pemberian terapi, hingga ketepatan dokumentasi. Predikat ini merupakan peningkatan dari status Gold sebelumnya.
“Penghargaan ini bukan diberikan karena gedung atau fasilitas, melainkan karena kualitas proses pelayanan yang kami bangun secara konsisten. Platinum menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan sudah menjadi budaya kerja sehari-hari,” jelasnya.
Ia juga memastikan RSUD dr. Doris Sylvanus siap menjadi pusat rujukan sekaligus pusat pembinaan jejaring pelayanan stroke di Kalteng, agar kemampuan penanganan dapat diperluas hingga daerah.
Audiensi turut dihadiri Perwakilan Angels Initiative Indonesia, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr. Mikko Uriamappas Ludjen, jajaran RSUD dr. Doris Sylvanus, dokter spesialis, dan Tim Code Stroke.( red )
