Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan sebanyak 1.500 paket bantuan pangan kepada para pendeta, pekerja gereja, koster, guru Sekolah Minggu, serta masyarakat jemaat lintas denominasi gereja di Kota Palangka Raya. Kegiatan dilaksanakan di Gereja Ebeneser, Jalan Baban, Palangka Raya, Minggu (18/10/26).
Setiap paket bantuan pangan terdiri atas beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram. Selain bantuan pangan, pemerintah juga membagikan multivitamin dan masker KN95 sebagai upaya mendukung kesehatan masyarakat di tengah dampak kabut asap akibat karhutla.
Perhatian turut diberikan kepada para pendeta, pastor, koster, guru Sekolah Minggu, dan pelayan keagamaan lainnya, terutama mereka yang belum memperoleh honorarium atau insentif yang memadai.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan bahwa kebersamaan, sikap saling menghormati, dan toleransi antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Pemerintah hadir untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial.
“Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memastikan program serta bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial secara adil, transparan, dan tepat sasaran. Pendataan penerima manfaat harus dilakukan dengan baik agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Di tengah kondisi karhutla dan dampak kabut asap, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Pembagian multivitamin dan masker KN95 menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap.
Sementara itu, Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud perhatian dan kepedulian Pemprov Kalteng kepada masyarakat, termasuk jemaat gereja, para hamba Tuhan, koster, dan guru Sekolah Minggu.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan menyapa masyarakat dan penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya pemerintah menjangkau masyarakat di berbagai kabupaten dan kota, termasuk mereka yang membutuhkan dukungan di tengah kondisi karhutla.
Sekda juga menyampaikan informasi mengenai program prioritas pemerintah, Kartu Huma Betang. Program tersebut ditujukan untuk memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, antara lain dukungan bantuan pangan, bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya sesuai ketentuan program.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan gereja menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalteng atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Pendeta Kailany M. Lahulima mengungkapkan bahwa kabut asap akibat karhutla yang berlangsung selama beberapa bulan telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian, Majelis Sinode GPIB menyediakan fasilitas ruang oksigen yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalteng berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima manfaat sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, jajaran pejabat Pemprov Kalteng, anggota DPRD Provinsi Kalteng Lohing Simon dan Yohannes Freddy Ering, para pendeta, perwakilan berbagai denominasi gereja, serta masyarakat dan jemaat yang hadir.( red )
