Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Fraksi PAN, Agi, kembali menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran Kota Palangka Raya. Penegasan itu disampaikan usai dirinya melaksanakan reses perseorangan selama delapan hari di daerah pemilihannya dengan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di Kecamatan Rakumpit.
“Masih terdapat sejumlah desa tertinggal di Kecamatan Rakumpit yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah,” kata Agi, baru-baru ini.(03/08/26)
Selama reses, Agi mengunjungi Kelurahan Kenarakan, Pager, Gaung Baru, Panjehang, Petuk Berunai, Bukit Suha, dan Muku Baru. Dari hasil kunjungan, persoalan infrastruktur dasar menjadi aspirasi terbanyak yang disampaikan warga.
“Masyarakat masih kesulitan karena akses jalan dan jembatan rusak. Ini membuat mereka terisolasi dan menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” ujarnya.
Menurut Agi, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masih ada desa tertinggal di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus pusat pemerintahan. Ia menilai pembangunan seharusnya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Tidak seharusnya di ibu kota provinsi masih ada desa yang tertinggal. Pemerintah perlu memastikan seluruh warga, termasuk di Rakumpit, mendapatkan akses pembangunan yang setara,” tegasnya.
Selain jalan dan jembatan, Agi juga menyoroti tingginya biaya transportasi warga Rakumpit menuju pusat Kota Palangka Raya. Ia menyebut ongkos sekali jalan bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
“Ini beban berat bagi masyarakat, terutama yang butuh pelayanan kesehatan atau mengurus keperluan penting lainnya,” ungkapnya.
Agi menilai percepatan pembangunan infrastruktur di Rakumpit akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, kemudahan akses layanan publik, hingga kualitas hidup warga. Seluruh aspirasi hasil reses akan terus diperjuangkan ke Gubernur dan dinas teknis.
“Saya akan kawal hasil reses ini sampai ke Gubernur dan dinas teknis. Kita ingin masyarakat Rakumpit bisa merasakan manfaat pembangunan sebagaimana warga di pusat kota. Sudah saatnya Palangka Raya tumbuh secara menyeluruh. Tidak boleh ada lagi wilayah yang tertinggal, karena membangun dari pinggiran adalah kunci keadilan pembangunan.( red )
