Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Subuh belum berganti pagi, tapi Bundaran Besar Palangka Raya sudah ramai. Ribuan warga tumplek blek mengikuti nonton bareng nobar pertandingan perempat final Piala Dunia 2026, Minggu 12/7/26 dini hari.
Sejak pukul 04.00 WIB, layar lebar di tengah Bundaran Besar sudah menyala. Bendera Inggris dan Norwegia berkibar di tangan penonton. Ada kopi, gorengan, hingga jaket tebal menemani warga begadang demi laga bergengsi Norwegia vs Inggris.
Kegiatan nobar ini digelar Pemkot bersama Forkopimda sebagai wadah kebersamaan warga. Bukan cuma nonton bola, tapi juga mempererat silaturahmi dan menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif.
Turut hadir personel Kodam XXII/Tambun Bungai yang berjaga bersama masyarakat. Hasilnya, suasana berlangsung meriah namun tetap tertib dari menit pertama sampai peluit panjang.
“Ini bukti warga Palangka Raya bisa bersatu lewat olahraga. Nobar aman, kompak, dan penuh semangat,” kata salah satu panitia di lokasi.
Laga di Miami Stadium berlangsung panas.
Babak pertama: Norwegia mengejutkan lewat gol Andreas Schjelderup. Tapi Inggris tak tinggal diam. Jude Bellingham menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Skor 1-1 menutup babak pertama.
Babak kedua kedua tim jual beli serangan. Tak ada gol tambahan. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Di masa extra time, Bellingham kembali unjuk kelas. Gol keduanya ke gawang Norwegia memastikan kemenangan 2-1 untuk Tim Tiga Singa.
Begitu peluit akhir dibunyikan, sorak sorai pendukung Inggris di Bundaran Besar pecah. Ada yang peluk-pelukan, ada yang teriak “It’s coming home!” Kemenangan ini mengantar pasukan Thomas Tuchel melaju ke semifinal.
Dengan hasil ini, Inggris resmi mengamankan satu tiket semifinal Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya lebih berat: menghadapi Argentina demi memperebutkan tempat di partai final.
Ribuan warga Palangka Raya pun sudah ancang-ancang. “Nobar lagi lah, semifinal lawan Argentina. Harus lebih ramai,” ujar salah satu penonton sambil merapikan kursi plastik.
Nobar di Bundaran Besar membuktikan, Piala Dunia bukan cuma milik yang ke stadion. Di Bumi Tambun Bungai, semangat sepak bola juga hidup sampai subuh.( red )
