Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan mahasiswa di Kalimantan Tengah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi kekeringan tetap mendapat perhatian pemerintah.
Hal itu disampaikan saat menyerahkan bantuan pangan kepada mahasiswa di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Rabu (16/09/26).
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi momentum pertemuan dan dialog Gubernur dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalteng. Ia menegaskan pemerintah tidak hanya hadir dalam penanganan karhutla, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak, termasuk mahasiswa, tidak menghadapi kesulitan seorang diri.
“Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak, InsyaAllah menerima bantuan. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi bukan soal nilainya. Yang penting kita bersama-sama merasakan perjuangan dan kesulitan yang dihadapi,” ujar Agustiar.
Menurutnya, kondisi akibat karhutla dan kekeringan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan gotong royong. Pemerintah terus mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat penanganan di lapangan.
“Yang kita lakukan ini adalah bentuk kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kita semua harus bergotong royong, saling membantu dan saling menguatkan dalam menghadapi kondisi seperti sekarang,” katanya.
Gubernur berpesan agar mahasiswa tidak merasa rendah diri karena keterbatasan ekonomi maupun daerah asal. Ia menilai keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Jangan minder dan jangan rendah diri. Hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Kembali kepada diri kita sendiri, kemauan dan tekad kita,” tegasnya.
Ia juga meminta mahasiswa menjaga semangat belajar dan memanfaatkan pendidikan sebaik-baiknya. “Mahasiswa adalah generasi penerus. Jangan sampai kondisi yang kita hadapi hari ini membuat semangat kalian turun. Justru harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berjuang dan mempersiapkan diri,” ucapnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak. “Gunakan media sosial dengan baik. Jangan menyebarkan berita yang belum tentu benar. Kalau mendapatkan informasi, cek dulu kebenarannya sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pesannya.
Dalam penanganan karhutla dan dampak kekeringan, Pemprov Kalteng terus mengerahkan personel dan relawan ke wilayah terdampak. Puluhan ribu relawan telah terlibat, termasuk tambahan lebih dari seribu relawan dari kalangan mahasiswa dan pemuda.
Pemerintah juga menyalurkan vitamin, APD, makanan bergizi, serta kebutuhan lain bagi masyarakat dan petugas di lapangan. Di tengah persoalan kekeringan, pemerintah telah mendistribusikan hampir 2 juta liter air bersih, membangun ratusan sumur bor multifungsi, dan menyediakan depo air minum isi ulang.
“Kita akan terus berusaha. Apa yang bisa pemerintah lakukan, kita lakukan. Yang penting masyarakat jangan merasa sendiri karena pemerintah bersama masyarakat menghadapi kondisi ini,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Reza Prabowo menyampaikan, perhatian terhadap mahasiswa merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat.
Bantuan yang disalurkan:
1 paket berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, ditambah multivitamin dan masker KN95.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.( red )
