Kuala Pembuang, pilarkalimantan.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya anggota TNI dalam insiden kecelakaan helikopter ketika menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan, Kamis (5/11/26). Ungkapan duka tersebut disampaikan dalam upacara pelepasan jenazah yang berlangsung di Bandara Kuala Pembuang.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan dan seluruh masyarakat, Bupati menyampaikan rasa kehilangan serta keprihatinan atas peristiwa yang menimpa para personel TNI tersebut.
Ia juga menyampaikan simpati dan doa kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
Selain itu, Bupati turut mendoakan anggota yang berhasil selamat dari insiden tersebut agar memperoleh penanganan medis secara optimal dan segera pulih dari kondisi yang dialami.
Dalam kesempatan itu, Bupati menjelaskan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan memberikan dukungan terhadap proses evakuasi korban maupun penanganan setelah terjadinya kecelakaan helikopter.
Dukungan tersebut dilakukan melalui pengerahan kapal dan sejumlah peralatan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan untuk membantu kelancaran proses evakuasi di lokasi kejadian.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan camat, kepala desa, serta masyarakat setempat guna membantu proses penanganan dan memastikan seluruh upaya yang diperlukan dapat terlaksana dengan baik.
“Dalam kondisi apa pun, pemerintah daerah akan tetap memberikan dukungan terhadap setiap upaya penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Seruyan,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak mengenai perlunya peningkatan kesiapan fasilitas, sarana, dan prasarana dalam mendukung operasi penanggulangan karhutla, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.
Bupati juga mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Seruyan sebelumnya telah menyampaikan usulan dalam forum resmi bersama pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, terkait peluang menjadikan Bandara Kuala Pembuang sebagai pangkalan operasi atau _home base_ helikopter dan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Gagasan tersebut dinilai strategis, khususnya untuk mendukung operasi penanganan karhutla saat menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Seruyan.
Menurutnya, kondisi jarak pandang di kawasan Kuala Pembuang yang relatif mendukung dapat menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam pengembangan fungsi bandara sebagai fasilitas penunjang operasi kebencanaan.
Melalui peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap koordinasi dan sinergi seluruh pihak dalam penanganan bencana semakin kuat. Bupati juga berharap pengabdian para personel yang gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, serta dukungan bersama dalam melindungi masyarakat dan lingkungan.( red )
