Muara Teweh, pilarkalimantan.com- Menindaklanjuti arahan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T., bersama pimpinan daerah lainnya terkait pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kecamatan Teweh Tengah terus memperkuat pemantauan di wilayahnya.
Kecamatan Teweh Tengah yang terdiri dari dua kelurahan dan delapan desa melakukan pemantauan secara bertahap dan berkelanjutan, terutama sejak rapat pada bual September lalu.
Saat di konfirmasi di ruang kerjanya Plt, Camat eweh Tengah, Dudy Bagus Praseto,Ms., mengatakan kami selalu memberikan instruksi kepada para lurah dan kepala desa agar meningkatkan pemantauan karhutla sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran semak maupun lahan secara sembarangan.
“Kami mengarahkan agar masyarakat membatasi, bahkan kalau bisa tidak melakukan pembakaran belukar di kebun masing-masing. Pengolahan lahan diharapkan dilakukan dengan cara yang lebih baik tanpa membakar,” ujarnya. kamis, (24-09-2026).
Di katakanya lagi Selain melakukan pemantauan, Kecamatan Teweh Tengah juga bersinergi dengan pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan dalam melakukan cipta kondisi serta inventarisasi wilayah yang berpotensi terjadi karhutla.
Pemantauan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Pendreh, Datai Nirui, Beringin Raya, Rimba Sari, Sungai Rahayu I dan Sungai Rahayu II.
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, Kecamatan Teweh Tengah juga mendapat dukungan dari PT MPG melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dukungan tersebut berupa bantuan satu set peralatan pemadam berupa mesin Alkon dan selang kepada masing-masing desa. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh pemerintah desa dan masyarakat apabila terjadi kebakaran, sembari menunggu bantuan dari BPBD, KPHP maupun instansi terkait lainnya.
“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari PT MPG. Masing-masing desa mendapatkan satu set peralatan lengkap berupa mesin Alkon dan selang. Ini sangat membantu sebagai langkah awal penanganan apabila terjadi kebakaran,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada Rabu, 23 September 2026, terdapat beberapa titik yang sempat teridentifikasi di wilayah Sungai Rahayu I, khususnya sekitar kilometer 38. Namun, saat dilakukan pengecekan, api sudah tidak menyala dan hanya menyisakan bekas kebakaran.
Penanganan terhadap titik tersebut dilakukan secara mandiri melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Sungai Rahayu I.
Meski secara umum kondisi karhutla di Kecamatan Teweh Tengah dapat tertangani dengan baik, pihak kecamatan mengakui masih terdapat kejadian kebakaran di beberapa wilayah.
Salah satunya terjadi di kawasan Bukit Bintang yang berada di wilayah PT Bimal. Penanganan lokasi tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari karena kondisi medan yang cukup sulit, akses jalan rusak dan lokasi memiliki kontur dengan ketinggian cukup tinggi.
“Kami juga sudah berkoordinasi dan saling memberikan dukungan informasi, termasuk pemantauan melalui aplikasi Sipongi. Alhamdulillah, untuk wilayah Kecamatan Teweh Tengah sejauh ini dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Teweh Tengah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau. ( Candra).
