Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan yang diusulkan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi berbasis rel tersebut akan menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi sumber daya alam sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Bambang menilai, kebutuhan akan sistem transportasi yang mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar semakin mendesak seiring berkembangnya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan industri pengolahan di Kalteng.
Kehadiran jalur kereta api diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung aktivitas ekonomi daerah yang terus berkembang.
Ia menjelaskan, gagasan pembangunan kereta api bukanlah hal baru. Wacana tersebut telah muncul sejak lebih dari satu dekade lalu dan dirancang untuk menunjang distribusi logistik dari kawasan produksi di wilayah pedalaman menuju pusat pengolahan maupun pelabuhan.
“Dari dulu konsepnya memang untuk angkutan logistik dan sumber daya alam dari hulu ke hilir. Secara ekonomi ini sangat baik dan memang dibutuhkan daerah,” ujar Bambang, Jumat (13/6/26).
Menurutnya, selama ini aktivitas pengangkutan hasil tambang dan perkebunan masih sangat bergantung pada jaringan jalan darat.
Kondisi tersebut menyebabkan beban jalan meningkat, terutama pada ruas-ruas yang dilalui kendaraan bertonase besar setiap hari.
Akibatnya, kerusakan infrastruktur jalan sering terjadi dan membutuhkan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit.
Di sisi lain, penggunaan jalan umum untuk angkutan logistik juga kerap menimbulkan keluhan masyarakat karena berdampak terhadap kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
“Banyak jalan negara digunakan untuk aktivitas angkutan berat. Dampaknya kerusakan jalan sering terjadi dan muncul konflik antara masyarakat dengan perusahaan,” katanya.
Bambang menambahkan, keberadaan jalur kereta api akan memberikan banyak keuntungan, baik bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.
Selain mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih efisien, moda transportasi rel juga dinilai lebih ramah terhadap infrastruktur jalan dan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan logistik agar lebih cepat dan tepat waktu.( red )
