– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) meluncurkan Skema Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET) untuk meningkatkan akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalteng. Rapat pembahasan skema ini digelar secara virtual di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik H. Darliansjah menyampaikan bahwa skema ini dirancang untuk mengatasi permasalahan utama UMKM di Kalteng, seperti rendahnya akses terhadap kredit formal dan tingginya biaya dana. “Intervensi yang dilakukan tidak cukup hanya melalui subsidi bunga, tetapi harus terintegrasi mulai dari pembiayaan, penjaminan, hingga pendampingan usaha secara menyeluruh,” ujarnya.
Skema Kredit UMKM HAGUET menawarkan bunga 0% bagi pelaku usaha, dengan suku bunga kredit 6% per tahun yang ditanggung bersama oleh pemerintah daerah dan pihak bank. Program ini menyasar sekitar 3.000 pelaku usaha di sektor prioritas, dengan plafon kredit maksimal Rp50 juta per debitur.
Program ini juga dilengkapi dengan penjaminan kredit melalui PT Jamkrida Kalteng dan pendampingan usaha secara terstruktur. Implementasi program ini diproyeksikan dapat mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp225 miliar dan menyerap tenaga kerja antara 6.000 hingga 9.000 orang.
Pemprov Kalteng terus mematangkan regulasi dan kerja sama dengan pihak perbankan dan lembaga penjamin untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. “Kami berharap Skema Kredit UMKM HAGUET dapat memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan inklusi keuangan di Kalteng,” kata H. Darliansjah.
