Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan _National Governance Award 2026_ pada kategori pendidikan.
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemprov Kalteng dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing. Capaian tersebut sekaligus melanjutkan keberhasilan sebelumnya, di mana Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meraih _Pemimpin Daerah Award 2025_ kategori inovasi daerah di bidang pendidikan.
Keberhasilan ini dinilai signifikan mengingat tantangan geografis yang dihadapi Kalimantan Tengah. Wilayah yang luas mencapai 153.564 km², jarak antardaerah yang berjauhan, serta kondisi alam berupa sungai besar, rawa, dan hutan menjadi hambatan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan. Banyak desa hanya dapat dijangkau lewat jalur sungai atau udara, sehingga pembangunan fisik sekolah dan distribusi guru tidak selalu mudah.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Kalteng mendorong pemanfaatan digitalisasi sebagai solusi strategis. Melalui Dinas Pendidikan dan Diskominfosantik, berbagai program transformasi digital dijalankan untuk mendekatkan layanan pendidikan ke pelosok.
Melalui teknologi, layanan pendidikan kini dapat menjangkau wilayah pedalaman. Beberapa terobosan yang dijalankan antara lain: pembelajaran daring melalui platform _Belajar Kalteng Digital_, distribusi materi ajar berbasis video dan modul digital yang bisa diunduh dan dipelajari tanpa batas ruang dan waktu, serta program peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik lewat pelatihan TIK dan sertifikasi digital.
Selain itu, Pemprov Kalteng memperluas jaringan internet ke sekolah-sekolah di wilayah 3T dengan dukungan BTS, VSAT, dan fiber optik. Kolaborasi dengan Kemendikbudristek juga menghadirkan _Chromebook_ untuk siswa dan guru, serta pemanfaatan _Platform Merdeka Mengajar_ untuk peningkatan kompetensi.
Transformasi digital tersebut dinilai mampu menjawab keterbatasan akses, sekaligus mempercepat pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Data Dinas Pendidikan mencatat, indeks partisipasi sekolah dan angka literasi digital guru di Kalteng menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. Program sekolah penggerak, guru penggerak, dan beasiswa _Kalteng Berkah_ juga ikut mendorong mutu dan akses.
Pemprov Kalteng menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi untuk terus memperluas akses pendidikan, menghadirkan inovasi, serta memastikan layanan pendidikan berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Penghargaan ini milik seluruh insan pendidikan di Kalteng. PR kita masih banyak. Digitalisasi bukan tujuan, tapi alat untuk memastikan tidak ada anak Kalteng yang tertinggal hanya karena jarak dan geografis,” kata Gubernur Agustiar Sabran dalam keterangan terpisah.
Ke depan, Pemprov menargetkan penguatan ekosistem digital pendidikan yang terintegrasi, mulai dari data pokok pendidikan yang akurat, sistem asesmen berbasis komputer, hingga sekolah digital di setiap kecamatan. Dengan kolaborasi pusat, daerah, dan masyarakat, Kalteng optimistis mewujudkan pendidikan yang merata, bermutu, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. ( red )
