Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026 M/1447 H yang dirangkai dengan Halal Bihalal serta pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut digelar di Aula UIN Palangka Raya, Kamis (23/4/26).
Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng Sunarti, Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir, Ketua PWNU Kalteng Wahyudi F. Dirun, serta para alim ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus Muslimat NU se-Kalimantan Tengah. Momen Harlah ke-80 ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi perempuan NU yang konsisten mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara.
Wagub Edy Pratowo menyampaikan ucapan selamat atas Harlah ke-80 Muslimat NU. Menurutnya, delapan dekade perjalanan organisasi ini merupakan bukti konsistensi, dedikasi, dan kontribusi besar dalam membangun umat, bangsa, dan negara.
“Muslimat NU merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan perempuan. Peran ini sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, rahmatan lil ‘alamin, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muslimat NU telah membuktikan kiprahnya di berbagai lini. Mulai dari majelis taklim yang menjaga spiritualitas masyarakat, pendidikan anak usia dini, layanan kesehatan melalui klinik dan posyandu, hingga pemberdayaan ekonomi lewat koperasi dan UMKM. Di Kalimantan Tengah, kontribusi Muslimat NU dirasakan nyata dalam penguatan keluarga sakinah, pencegahan stunting, dan literasi keagamaan yang menyejukkan.
Momentum tasyakur ini, kata Edy, menjadi sarana refleksi dan evaluasi untuk memperkuat komitmen dalam berkhidmat kepada umat. Selain itu, melalui Halal Bihalal diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tengah keberagaman masyarakat Kalteng.
“Saya juga mengajak seluruh jajaran Muslimat NU untuk terus bersinergi dengan pemerintah di berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi, serta mendukung program yang menyentuh langsung masyarakat, terutama melalui Asta Cita dan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS),” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU. Kehadiran Khofifah memberi semangat tersendiri bagi kader Muslimat NU di Bumi Tambun Bungai.
Dalam arahannya, Khofifah menyampaikan bahwa Harlah ke-80 Muslimat NU mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneguhkan Peradaban.” Ia menegaskan tiga hal penting yang harus menjadi komitmen bersama.
Pertama, merawat tradisi dengan terus menjaga amaliah Ahlussunnah wal Jamaah seperti majelis taklim, shalawat, dan tahlil sebagai penguatan spiritual umat. Tradisi ini menjadi benteng dari paham-paham yang menggerus nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat.
Kedua, menguatkan kemandirian melalui semangat swadaya, penguatan koperasi, serta pemanfaatan berbagai program ekonomi umat untuk memperkuat kesejahteraan keluarga dan organisasi. Muslimat NU didorong melahirkan wirausaha perempuan yang tangguh dan adaptif di era digital.
Ketiga, meneguhkan peradaban dengan mengambil peran sebagai agen perdamaian di tengah dinamika global, serta terus mendorong nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan. Perempuan Muslimat NU harus hadir sebagai penyejuk di tengah potensi polarisasi dan konflik sosial.
“Kita semua berharap Indonesia tetap menjadi negara yang damai, aman, dan sejahtera. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan kedamaian tersebut,” tuturnya.
Adapun pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU yang dilantik berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, yakni Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Seruyan, Katingan, Barito Selatan, Barito Timur, serta Kota Palangka Raya. Pelantikan ini diharapkan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat anak ranting, sehingga program Muslimat NU semakin menyentuh masyarakat di akar rumput.
Dengan semangat Harlah ke-80, Muslimat NU Kalimantan Tengah menegaskan komitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan keluarga berkualitas, masyarakat religius yang toleran, dan pembangunan yang berkeadilan menuju Kalteng Makin Berkah dan Indonesia Emas 2045. ( red )
