Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Penerapan Core Values ASN BerAKHLAK dan Employee Branding Bangga Melayani Bangsa. Kegiatan yang diikuti seluruh pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta pegawai di lingkungan Dislutkan Prov. Kalteng ini berlangsung di Aula Dislutkan Prov. Kalteng, Kamis (16/4/26).
Penandatanganan komitmen bersama tersebut digelar sebagai bentuk penguatan budaya kerja ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut sekaligus wujud dukungan terhadap komitmen Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK di seluruh perangkat daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Dislutkan Prov. Kalteng Sri Widanarni usai menandatangani komitmen bersama. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Gubernur Agustiar Sabran dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan ASN selalu menekankan pentingnya penerapan nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja nyata di setiap lini pemerintahan.
“Gubernur Kalteng Bapak Agustiar Sabran berkomitmen agar ASN Pemprov. Kalteng dapat menerapkan core values ASN BerAKHLAK, bukan sekadar jargon tetapi harus menjadi budaya kerja yang tertanam dalam setiap ASN sehingga dapat mewujudkan birokrasi yang melayani dengan hati, bekerja secara profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” ungkap Sri Widanarni.
Ia menambahkan, nilai-nilai BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari. “Nilai-nilai BerAKHLAK harus kita implementasikan secara nyata dalam keseharian kerja. Ini adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.
Menurut Sri, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, perekonomian masyarakat pesisir, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Karena itu, ASN Dislutkan dituntut tidak hanya memahami teknis perikanan dan kelautan, tetapi juga memiliki etos kerja yang mengedepankan pelayanan publik. Mulai dari pelayanan perizinan usaha perikanan, pendampingan kelompok nelayan, hingga pengawasan sumber daya, semuanya harus dijalankan dengan prinsip BerAKHLAK. ( red )
