Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar silaturahmi bersama tokoh Nasrani di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (19/04/26). Pertemuan ini digelar guna memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus membangun sinergi dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Edy Pratowo, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta para tokoh agama Nasrani dari berbagai denominasi dan organisasi gereja di Kalimantan Tengah. Suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka, mencerminkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Tambun Bungai.
Pj. Sekda Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menyampaikan, kehadiran gubernur dalam kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen memperkuat dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah menempatkan komunikasi lintas iman sebagai bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang partisipatif.
“Kebersamaan, persatuan dan dialog adalah pondasi utama dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, tokoh agama memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pembina umat, tetapi juga penjaga nilai dan penguat moral di tengah masyarakat. Dalam konteks pembangunan, tokoh agama menjadi mitra pemerintah dalam menjaga harmoni, mencegah konflik sosial, serta mendorong partisipasi umat dalam program-program kesejahteraan.
“Peran tokoh agama sangat vital. Mereka hadir di tengah umat, memahami dinamika sosial, dan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” tambah Linae.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, silaturahmi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat sinergi pembangunan yang merata dan berkeadilan. Ia menyebut, Kalimantan Tengah adalah rumah besar bagi semua pemeluk agama, suku, dan golongan. Karena itu, stabilitas sosial dan rasa aman menjadi prasyarat utama agar pembangunan berjalan.
“Melalui audiensi ini, saya harapkan kita bersama dapat mendukung pembangunan Kalimantan Tengah agar lebih maju dan sejahtera,” ujar gubernur.
Dalam dialog, Agustiar Sabran mengajak para tokoh Nasrani untuk terus berperan aktif menyampaikan pesan damai, toleransi, dan gotong royong kepada jemaat. Ia juga membuka ruang masukan terkait program pembangunan, khususnya yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
Beberapa isu yang mengemuka dalam pertemuan antara lain penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dukungan terhadap rumah ibadah, akses layanan dasar di wilayah pedalaman, serta pelibatan tokoh agama dalam sosialisasi program prioritas seperti penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan penguatan ketahanan pangan.
Gubernur menegaskan, Pemprov Kalteng berkomitmen memastikan pembangunan tidak diskriminatif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Prinsip keadilan menjadi pijakan agar tidak ada kelompok yang tertinggal dalam proses pembangunan menuju Kalteng Makin Berkah dan Indonesia Emas 2045.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Edy Pratowo, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Silaturahmi dengan tokoh Nasrani ini menjadi bagian dari rangkaian dialog Gubernur dengan seluruh pemuka agama di Kalteng. Sebelumnya, komunikasi serupa juga dibangun bersama tokoh Islam, Hindu Kaharingan, dan agama lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat modal sosial, menjaga kondusivitas daerah, serta memastikan pembangunan berlangsung dalam suasana rukun, aman, dan harmonis.( red)
