Skip to content
PILAR KALIMANTAN

PILAR KALIMANTAN

Magazine WP Theme

  • Kalimantan Tengah
    • Pemprov Kalteng
    • Pemkot Palangka Raya
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Gunung Mas
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito TImur
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kobar
    • DPRD Kotim
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Sukamara
  • Kabar Kalimantan
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Opini

Tercatat 77 Kejadian Karhutla di Palangka Raya Tahun 2025

Elianto 7 Agustus 2025

Oplus_131072

Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 77 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, total luas hutan dan lahan yang terdampak mencapai 23,30 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi menyampaikan bahwa Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 47 kasus dengan total luas lahan terbakar mencapai 8,43 hektare.

Selanjutnya, Kecamatan Sebangau dengan 23 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 7,84 hektare.

“Angka ini menjadikan Sebangau sebagai wilayah kedua paling terdampak setelah Jekan Raya, baik dari sisi jumlah kejadian maupun luasan lahan yang terbakar,” ucapnya, Kamis (07/08/25).

Di Kecamatan Pahandut lanjutnya, tercatat terjadi empat kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar 3,68 hektare. Sementara di Kecamatan Bukit Batu, terjadi tiga kejadian dengan luas lahan terdampak sebesar 3,35 hektare. Adapun Kecamatan Rakumpit menjadi satu-satunya wilayah yang nihil kejadian karhutla sepanjang tahun ini.

“Angka ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman serius yang perlu ditangani dengan koordinasi lintas sektor serta peran aktif masyarakat,” tambah Fauzi.

Fauzi menuturkan BPBD Kota Palangka Raya terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di musim kemarau.

“Edukasi dan sosialisasi kepada warga terus dilakukan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan karhutla, guna menekan jumlah kejadian serupa di kemudian hari,”tuturnya.

Fauzi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan titik api atau potensi kebakaran lahan kepada pusat informasi BPBD Palangka Raya di nomor 0822-5588-2532. (Es)

Bagikan Berita
Share

Post navigation

Previous Menteri LH Tegaskan Karhutla Merupakan Tantangan Serius yang Memerlukan Penanganan Terpadu
Next Ketua Komisi II DPRD Kalteng Ajak Semua Elemen Masyarakat Aktif Jaga Lingkungan Sekitar nya

Sebelumnya

Bupati Mura Hadiri Pisah Sambut Kajati Kalteng Tahun 2025

Bupati Mura Hadiri Pisah Sambut Kajati Kalteng Tahun 2025

5 Desember 2025
Walikota Palangka Raya Hadiri Pisah Sambut Kejati Kalteng

Walikota Palangka Raya Hadiri Pisah Sambut Kejati Kalteng

5 Desember 2025
Pangdam XXII/Tambun Bungai Laksanakan Kunjungan Kerja di Wilayah Kodim 1013/MTW

Pangdam XXII/Tambun Bungai Laksanakan Kunjungan Kerja di Wilayah Kodim 1013/MTW

4 Desember 2025

Tentang Kami

  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
| DarkNews by AF themes.