Bagian Hubungan Langganan PDAM Barut, Rahmadi saat ditemui media ini. (foto : Candra).
Muara Teweh, pilarkalimantan.com – Musim kemarau adalah tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan daerah air minum, termasuk PDAM Kabupaten Barito Utara (Barut). Menurut Direktur Utama PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, S.T, upaya antisipatif dari pihak PDAM sangat diperlukan untuk memastikan pasokan air yang terus berjalan.
Dalam menjalankan fungsi pelayanan air, PDAM Barut mengacu pada kapasitas air yang ada. Roosmanjaya melalui Bagian hubungan langganan Rahmadi menjelaskan bahwa meskipun ada tahap tertentu di musim kemarau yang dapat meningkatkan kapasitas, tantangan dalam hal kualitas air sering kali muncul.
“Kapasitas air sederhana perlu dikelola agar tetap bersih, tetapi pada musim kemarau, kualitas dapat menurun karena faktor tertentu,” ujar Rahmadi, Jumat (23/01/2026).
PDAM juga menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan air dengan bijak selama musim kemarau.
“Kalaupun air mengalir, masyarakat sebaiknya menampungnya semaksimal mungkin. Kita tidak bisa memastikan bahwa air akan terus mengalir setiap saat,” tambahnya.
Dalam situasi ini, kesadaran penggunaan air yang bijak menjadi kunci agar pasokan dapat bertahan lebih lama.
Dengan antisipasi dan manajemen yang baik, PDAM Barut berusaha untuk tetap memberikan layanan maksimal di tengah tantangan musim kemarau. Keberhasilan ini tentu bergantung pada kerjasama antara PDAM dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya air yang ada. (Candra)
