Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah, Yuas Elko, menegaskan pelestarian budaya daerah di tengah arus globalisasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Pagelaran Sendratari Tahun 2026 Nansarunai Usak Jawa “Wusi Tungkau Nansarunai” di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalteng, Jumat (1/5/26).
Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Kalteng Bias Layar, dan Kepala UPT Taman Budaya Kalteng Wildae Desyanthy Binti.
Yuas mengapresiasi para seniman, penari, penata musik, panitia, serta semua pihak yang menyukseskan acara. Ia menyebut Sendratari Nansarunai Usak Jawa bukan hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga sarat sejarah, filosofi, dan kearifan lokal.
“Kisah Nansarunai mengingatkan kita pada perjalanan panjang sejarah, tentang kejayaan, perjuangan, serta semangat pantang menyerah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” kata Yuas.
Ia menegaskan Pemprov Kalteng akan terus mendukung pengembangan dan pelestarian seni budaya melalui pembinaan, fasilitasi, dan penyelenggaraan kegiatan. Yuas juga berpesan agar generasi muda tidak melupakan akar budaya.
“Jadikan seni tradisional sebagai sumber inspirasi dan identitas diri, sehingga kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan budaya,” ujarnya.
Menurut Yuas, pementasan ini bukan sekadar tontonan, tapi bentuk nyata menjaga warisan leluhur. Ia berharap kegiatan serupa jadi agenda rutin untuk memperkuat promosi budaya daerah sekaligus memantik lahirnya karya-karya inovatif. ( red )
