Palangka Raya, pilarkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya peran Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) BPD HIPMI Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (11/5/26).
FORBISDA 2026 mengusung tema “Sinergi Pengusaha Muda Mewujudkan Kalteng Berkah, Maju, dan Berdaya Saing” dan diikuti ratusan pengusaha muda dari 14 kabupaten/kota, BPC HIPMI se-Kalteng, perbankan, investor, serta akademisi.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FORBISDA sebagai forum strategis dalam memperkuat kapasitas organisasi, membangun sinergi program, dan meningkatkan kontribusi HIPMI terhadap pembangunan ekonomi daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memandang penguatan dunia usaha, khususnya pelaku usaha muda, merupakan salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Agustiar menyebut, kontribusi UMKM dan pengusaha muda terhadap PDRB Kalteng terus meningkat. Data BPS triwulan I-2026 mencatat sektor perdagangan, industri pengolahan, dan jasa yang banyak digeluti pengusaha muda tumbuh di atas 4%. “Artinya, anak-anak muda Kalteng sudah jadi motor penggerak ekonomi. Tugas kita memfasilitasi agar makin kencang larinya,” kata dia.
Ia menekankan bahwa di tengah tantangan ekonomi global, transformasi digital, dan meningkatnya persaingan usaha, HIPMI dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring usaha, serta membangun kolaborasi produktif bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Jangan hanya jago kandang. Pengusaha muda Kalteng harus go digital, go global. Manfaatkan e-commerce, masuk rantai pasok industri besar, dan berani ekspor. Pemerintah siap bantu dari sisi regulasi dan promosi,” tegas Gubernur.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan HIPMI perlu diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, hilirisasi sumber daya daerah, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia mencontohkan, hilirisasi sawit, rotan, karet, dan pertambangan harus melibatkan pengusaha lokal. “Jangan sampai kita hanya jadi penonton. Smelter, pabrik CPO, industri turunan, HIPMI harus masuk. Kita siapkan skema kemitraan dan pembiayaan,” ujarnya.
Gubernur juga berharap FORBISDA mampu melahirkan gagasan konstruktif, inovasi, dan rekomendasi strategis yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan perekonomian Kalimantan Tengah.
“Forum ini jangan hanya seremonial. Saya tunggu hasil rumusan: sektor mana yang mau didorong, apa hambatannya, dan apa yang dibutuhkan dari pemerintah. Kita eksekusi bersama,” ucapnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh kader HIPMI untuk menanamkan semangat kewirausahaan yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pembangunan daerah.
“Jadilah pengusaha muda yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat,” pesannya. Agustiar juga mengingatkan agar HIPMI ikut mengawal program prioritas seperti Kartu Huma Betang Sejahtera, MBG, dan ketahanan pangan lewat skema bisnis yang memberdayakan.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Tengah, Bintang Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa FORBISDA menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pengusaha muda dan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing.
“Kita harus mampu bersinergi bersama pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal menuju Kalimantan Tengah yang semakin maju dan berkah,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap pertumbuhan wirausaha muda melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan usaha. “Kami di HIPMI siap jadi mitra. Ada 1.200 anggota aktif se-Kalteng. Kalau disinergikan dengan program Pemprov, dampaknya akan besar,” ujar Bintang.
Dalam FORBISDA 2026, BPD HIPMI Kalteng juga meluncurkan tiga inisiatif: _HIPMI Digital Hub_ untuk kurasi UMKM go online, _Kalteng Investment Club_ untuk mempertemukan pengusaha lokal dengan investor, dan _Gerakan 1000 Wirausaha Baru_ yang menargetkan lahirnya seribu pengusaha muda hingga 2029.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Wakil Bendahara BPP HIPMI Ade Jona Prasetiyo, kepala perangkat daerah dan instansi vertikal lingkup Provinsi Kalimantan Tengah, pelaku usaha muda, mitra kerja, akademisi, narasumber, panitia, dan peserta FORBISDA. ( red )
